Friday, July 17, 2009

a letter for the terrorists


Tahukah kamu apa yang sedang kamu lakukan?


Kamu mungkin berpikir, ini harus kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu.

Tapi untuk setiap orang yang meninggal karena ledakan yang kamu rencanakan, ada anak yang menjadi yatim atau piatu, dan ada orangtua yang harus mengubur anaknya sendiri.

Ada keluarga yang kehilangan tulang punggungnya, dan tidak tahu masa depan akan menjadi seperti apa.

Ada orang-orang yang menderita, sedih, waswas dan putus asa, karena kamu.

Tahukah kamu apa yang sedang kamu lakukan?

Kamu mungkin berpikir, ingin menjadikan negara ini seperti yang kamu mau.

Negara yang 'sesuai' dengan keinginan kelompokmu.

Tapi untuk setiap berita tentang perbuatanmu yang muncul di surat kabar, halaman dunia maya dan lintasan kilat televisi, ada tikaman yang harus diderita negara ini.

Ketidakpercayaan dari mata dunia, karena kamu.

Tahukah kamu apa artinya itu?

Orang-orang yang mungkin kehilangan mata pencahariannya di luar negeri sana dan keluarga mereka di nusantara yang tidak tahu harus makan apa esok, karena kamu.

Ejekan, pandangan sebelah mata dan seringai sinis yang harus diterima oleh para pahlawan devisa dan orang-orang yang susah payah menuntut ilmu keluar negeri demi membangun bangsanya kelak, karena kamu.

Pemutusan atau pembatalan hubungan kerjasama, kecurigaan yang berlarut dan kesempatan-kesempatan yang hilang, karena kamu.

Tahukah kamu apa yang sedang kamu lakukan?

Kamu mungkin berpikir, bahwa caramu adalah yang paling benar dan semua orang lain salah, semua orang Barat dan orang asing harus mati karenanya.

Tapi tahukah kamu, mereka pun keluarga, ayah, ibu dan anak seseorang.

Yang harus menerima akibat dari perbuatanmu.

Tahukah kamu ada 17508 pulau di negara ini?

Bahwa ada 237 juta orang penduduknya yang bicara dalam 600 dialek yang berbeda?

Tidakkah statistik itu mampu mengajarimu sesuatu?

Bahwa Bhinneka Tunggal Ika, yang diajarkan kepadamu ketika kamu sekolah dasar, menengah dan atas, ada maknanya.

Bahwa kamu dan saya memang berbeda, tapi kita seharusnya satu.

Seharusnya.

Sampai kamu melakukan apa yang kamu lakukan pagi ini, dan mencabik bangsa ini hingga tak terkira.

Tahukah kamu apa yang sedang kamu lakukan?

Karena kamu akan menerima akibatnya, cepat atau lambat, kelak.

Dan ketika waktu itu datang, percayalah, sebaiknya kamu tahu apa yang telah kamu lakukan.

Ibu pertiwi yang kamu buat menangis.

4 comments:

novel. said...

cuman bisa bilang, semoga Tuhan bisa mengampuni dosa-dosa mereka..

(amin)

Bo said...

Tahukah kamu kalau mereka tidak peduli dengan semua itu?

>:(

kristanti paramita said...

ya saya tahu.
tapi lebih baik menyalakan lilin walaupun kelak hilang ditelan ombak, dibanding tidak peduli dan berdiam dalam kegelapan.

novel. said...

kenapa kalian jadi berpuisi?

banyaklah berdoa.

:)

semangat!!! tetep jadi warga Indonesia yang baik buat membangun bangsa. :D

follow me