Friday, September 12, 2008

to love, to have

saat kita mencintai seseorang seperti yang kita inginkan
dunia ini terasa indah
rasanya berjalan ringan
senyum tersungging tak bisa berhenti
beban berkurang
yang terlihat hanya dia
ketika cinta tak berjalan sesuai keinginan
hati terluka
hari terasa berat
air mata berbutir jatuh
tapi yang terlihat
tetap hanya dia
mencintai itu sulit
karena cinta itu menuntut
kadang kalau tak terpenuhi,sekecil apapun
mudah sekali tersakiti
mencintai itu berat
karena menahan perasaan
ingin mengerti
tapi tak bisa
lalu
ketika sebuah cinta usai
hati memar
mata bengkak
perasaan terasa kebas
bahu ini pun lunglai
kaki berjalan gontai
namun
bayangannya mulai samar
kelak mungkin dapat tergantikan.

(Juli 2006)


Bait di atas diambil dari blog FS saya dua tahun yang lalu. Ketika itu, saya baru menjalin hubungan dengan seseorang, dan actually, didn't work really well. Kayaknya sih kita memang kurang cocok satu sama lain. hehehe. Singkatnya, hubungan itu berakhir.

Eniwei, saya baru2 ini lihat entry blog-blog lama dan membaca puisi ini lagi. Dan masih merasakan kebenarannya.

Saya termasuk dengan orang yang antipati dengan pernyataan 'cinta tak harus memiliki'.

Berlawanan dengan pendapat khalayak, saya hanya berpikir bahwa cinta antar sepasang manusia (laki-laki dan perempuan) akan selalu diliputi oleh keinginan untuk bersama dengan orang itu. Dengan kata lain, ingin memiliki kebersamaan dengan orang tersebut. Selalu ingin melihatnya, dan ingin pula ia melihat kita.

Jadi apa namanya, kalau cinta yang tidak kesampaian dilanjutkan?

Wah, itu namanya mengharap. Berobsesi. Bukan lagi cinta. Ya toh. Karena kecuali cinta antara orangtua dan anaknya, tidak ada cinta yang begitu bebas dan tak harus memiliki. Hampir semua cinta ingin memiliki, ingin mengidam, ingin merajut kebersamaan. Dan apabila tidak kesampaian, kita akan merasa sakit hati, sesedikit apapun, tergantung kepada waktu.

geleng-geleng.

Jadi, jangan sia-siakan waktu untuk mengharap yang tak kesampaian. Karena, seperti bait di atas, bayangannya mulai samar.

Kelak mungkin dapat tergantikan.

8 comments:

novel. said...

tetap tidak setuju.

to love not always to have.

kalau mencintai harus memiliki, itu yang namanya TEROBSESI.

(pemikiran kita berlawanan)

saat lo melepaskan orang yang lo sayang..dan lo masih sayang sama dia di waktu selanjutnya (sayang dalam bentuk apa pun),,itu namanya ikhlas. dan sama sekali nggak sama dengan "obsesi".

sorry,,can't agree with you. and will not agree.

;p

kristanti paramita said...

nah, menurut gue sayang beda ama cinta.

kalo lo udah ikhlas, namanya lo sayang.

tapi yang namanya cinta, gak akan pernah ikhlas, vel.

you would hurt, even just a little, when you see him with someone else.

novel. said...

sakit. tapi ya udah..rela,,walaupun terpaksa.

gila..kalo cinta nggak akan pernah ikhlas,,how would you love someone???

bukankah itu yang namanya "OBSESI" belaka? ditambah rasa "EGOIS"?

kristanti paramita said...

nggak
yang namanya obsesi dan egois itu kalo lo tetap maksa buat cinta ma orang yang nggak cinta ama lo.

makanya gue bilang, kalo lo cinta, lo harus memiliki.karena kalo nggak lo bakal sakit.lo bakal jadi terobsesi dan egois sama diri lo, menyakiti diri lo sendiri.

makanya kalo lo ngga bisa bersama dia, ya udah, nggak bisa lagi disebut cinta.

kristanti paramita said...

contoh.

misalnya lo cinta ama si Y. Dia ga cinta sama lo. Kalo lo tetep cinta sama dia, lo bakal ngerasa sakit. Lo bakal jadi cemburu, atau apapunlah. Intinya lo bakal menyakiti diri sendiri. Karena lo mencintai, lo memiliki kebutuhan untuk bersama dia.

jadi lo harus melepaskan rasa cinta itu.mungkin hanya dengan peduli pada si Y.hanya menyayangi, sehingga lo bisa menjadi ikhlas beneran, karena ngga lagi menginginkan dia (untuk bersama dengan lo, atau setidaknya untuk tidak bersama wanita lain).

cinta memang egois vel.makanya, kalo sama orang jangan cinta2 amat.jangan sampai lo kehilangan jati diri lo, dan lebih mencintai dia dibanding mencntai diri lo sendiri. jangan sampai lo malah melepaskan hal-hal lain di sekitar lo yang jangan2 justru lebih berharga demi cinta lo pada seseorang.

hehehehehehehe.

novel. said...

sial.

disindir gini.
memang egois mbak.. tapi gue tetep tidak setuju dengan pernyataan lo.

di pelem feast of love, gue baru nyadar..semakin lo genggam cinta itu erat-erat..lo akan semakin mudah kehilangan cinta itu. semakin lo ingin memiliki,,ingin bersama,,dan ingin ingin lainnya,,semakin mudah semuanya itu ilang gitu aja.
(agak out of context ya?)

tapi..dari petikan itu, keliatan..ketika lo sayang sama tuh orang..lo nggak akan menggenggam dia erat-erat. biarkan dia mendapatkan apa yang dia inginkan, apa yang bisa membuat bahagia, apa yang bisa bikin dia tersenyum..

..nah salah satunya adalah saat lo melepaskan orang yang sayang, karena lo tau dia nggak akan bahagia sama lo.
di titik itu : cinta nggak harus memiliki,,when you let him go.

kristanti paramita said...

makanya..sayang kan?bukan cinta?

wekekekekeke

novel. said...

*cape*

follow me