Showing posts with label abroad. Show all posts
Showing posts with label abroad. Show all posts

Thursday, April 9, 2009

in the edge of a craziness

katanya wanita butuh mengeluarkan 7000 kata per hari.

hari ini jumlah kata yang saya keluarkan dari mulut: 2 kata.

i blame easter holiday.

nggak ada yang bisa diajak ngomonggg......flat kosong, semua orang sibuk entah kemana.

akhirnya nonton Enchanted berulang-ulang, yang ternyata langkah yang salah untuk SEMUA orang di dunia ini yang sedang ber-long distance relationship.



walaupun ini termasuk film yang sangat saya sukai, highly recommended :)

mencoba bekerja menyelesaikan tugas kampus, namun tak bisa berkonsentrasi.

hhh.

tahanlah untuk 17 hari lagi.
:(

Thursday, April 2, 2009

time management


Saya barusan baca buku Time Management for Architects and Designers. Lucu dan bikin ngakak. Gara-garanya setiap bab di buku itu diawali dengan contoh kasus kejadian dari tokohnya seorang mahasiswa arsitektur dengan sifat-sifat yang 'ngarsitek' banget.

Mulai dari perfeksionis tentang hal-hal yang kadang nggak penting, terus punya setumpuk kertas bejibun yang buat nyarinya aja butuh setengah jam, gampang terdistract TV, lagu atau ajakan teman, tidak bisa memutuskan desain sampai sudah berada pada ujung tenggat waktu, sampai makan makanan nggak sehat macam chips buat mengganjal mata biar gak tidur semalaman.

Saya sampe geli, masak sih ternyata keribetan anak arsitek itu segitu universalnya?

Di sini saya punya teman yang orangnya sangat terorganisir. Sangat disiplin dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Kayaknya sih dia punya target setiap minggu harus menghasilkan bobot pekerjaan hingga sekian, dan konsisten menjalankannya. Setiap pagi saya ke studio dia sudah disana, duduk mengerjakan di komputer. Hasilnya? Gambar-gambarnya terstruktur rapi dan matang dalam pemikiran. Semua tenggatnya dia selesaikan dalam waktunya, tanpa harus begadang hingga menghasilkan jerawat beberapa biji ataupun lipatan lemak karena kebanyakan makan gak sehat.

Rahasianya?

Ya itu. Disiplin. Satu kata yang susahnya amit-amit buat dijalanin. Bener kata orang, disiplin adalah keteguhan untuk menjalankan suatu rencana, ketika semangat karena membuat rencana itu sudah lewat.

Haduh, apalagi saya, yang digelari oleh teman-teman saya sebagai banci barchart. Bikin barchartnya doang yang semangat, habis itu tidur. Hihihihi.

Yah, yang penting niatnya!
(masih membela diri loh)

Thursday, October 9, 2008

maybe we're not that different at all


Hidup ini memang sulit diduga.

Foto diatas diambil sekitar seminggu yang lalu. Saat itu saya dan Jonny, teman satu kelompok--orang bule Inggris totok--sedang mengamati perumahan penduduk sekitar Sharrow [anggaplah itu suatu bentuk kotamadya di Sheffield].

Terus terang, pada saat itu saya sedang agak kesal. Saya merasa menjadi orang yang sangat terasing disini. Segalanya dalam diri saya berbeda dengan apa yang ada di sekeliling saya. Warna mata saya berbeda, kulit saya berbeda. Agama saya berbeda, lelucon saya berbeda.

Pun ketika paginya berjalan menuju Sharrow dari apartemen, saya sebagai pendatang berjalan pelan dan tak henti-hentinya celingukan, berusaha menemukan jalan. Berusaha mencerap semua detail dan penanda, untuk mengetahui arah. Sementara semua orang di sekeliling saya berjalan lurus dengan tatapan jauh ke depan, seakan semuanya sudah terpeta di pikiran.

Saya merasa sangat berbeda.

Kembali ke saat ketika saya berjalan-jalan bersama Jonny, kami melewati deretan perumahan yang dikelilingi pepohonan rimbun. Mengingat saat ini sudah musim gugur, daun-daun berguguran deras di sekeliling kami. Dan di antara kelebat daun-daun itu, tersembul berbutir-butir biji, yang terpotret di atas.

Saya tertarik, dan bertanya kepada Jonny, benda apa itu.

Jonny menjawab antusias, bahwa itu semacam biji yang dalamnya kosong. Namanya entah apa, saya sudah tak dapat mengingat dengan persis perkataan Jonny. Namun saya ingat dia bercerita, bahwa anak-anak Inggris biasa bermain dengan biji itu dan berlomba memecahkan kulitnya, karena akan berbunyi keras.

Saya tergelak.

Saya merasa lucu, karena mengetahui bahwa ada permainan serupa di negeri sendiri. Saya menggeleng, karena merasa bahwa kebetulan ini terlalu aneh, seakan saya diingatkan, akan hal yang tak diduga-duga sama. Seperti halnya permainan hide and seek, yang entah bagaimana begitu mendunia itu.

Saya seperti diingatkan, bahwa mungkin di lubuk hati kita, kita tidak terlalu berbeda. Maybe we are all conceptually the same.

Maybe.

an update on balada kecap dan saos



Akhirnya datang juga!!!

Mengutip judul salah satu reality show di Indonesia,
akhirnya si manis yang selama ini saya idam-idamkan sampai juga ke pangkuan.

Setelah menembus hujan dan angin kencang berjalan hingga pinggir kota, si manis saya dapatkan walaupun dengan harga yang agak bikin mengelus dada...

Tapi setelah makan nasi goreng dengan kecap ABC...oohhh....
PENGORBANAN INI SUNGGUH SETIMPAL!!!!!!!!






-saya tahu ini memang terkesan berlebihan, tapi percayalah ini sungguhan.

Thursday, October 2, 2008

the struggle of eid mubarak

Di Inggris Lebaran jatuh pada hari Selasa, tanggal 30 Oktober 2008.


Mengikuti hal itu, maka saya pun memutuskan untuk mengikuti Shalat Eid di Islamic Center, jam 8 pagi di Severn Road, Sheffield.

Sialnya, besok dengan suksesnya saya terlambat bangun. Baru bangun setengah 7. Langsung mandi terbirit-birit, dan berangkat. Yang bikin saya panik karena sebenernya saya ngga tahu sama sekali dimana tempatnya. Akhirnya cuma bermodalkan nekat dan peta yang udah bulukan, saya pun pergi dari apartemen jam setengah delapan.

Mulailah perjuangan yang begitu melelahkan itu.

Saking buru-burunya, saya lupa pake jas luar. apalagi bawa payung. Pas turun dari lift dan keluar flat, ehh hujan gerimis rintik2. Pikir-pikir.."ya udahlah, Inggris ini, paling ujannya sebentar.." Nggak taunya setelah berjalan 10 menit...tambah deras!!!

Hh. Udah gitu masih juga ditambah nyasar kiri-kanan. Akhirnya telat dan baru nyampe jam 08.10. Makan waktu 40 menit??!!!! Sebagai informasi, di Sheffield tuh kalo jalan kaki 40 menit udah jauuh bgt mestinya. Ini disono-sono aje, cuma lama di nyasar doang. Hihihi.

Akhirnya, karena terlambat, shalat eidnya udah dimulai dan..duduklah saya menunggu selama 2 jam (sampai sesi shalat eid berikutnya jam 10).

Sembari duduk menunggu, mata saya jelalatan. Ternyata umat muslim di Inggris kebanyakan berasal dari negara2 Afrika, dan negara-negara Timur Tengah, walaupun jangan tanya saya negara apa. Hampir semua ibu-ibu membawa anaknya yang rata-rata masih kecil, masih balita kebawah. Jangan ditanya nakalnya! Salah satu anak mainan kursi plastik sampe hampir sukses bikin saya benjol ketiban kursi. Yang lain lari-lari dan ngences dimana-mana. Ya ampun...ni anak-anak kesambet apa sihh????

Namun, kesialan saya rupanya masih berbuntut panjang. Setelah duduk menunggu, Shalat Eidnya pun sayangnya dapat dinyatakan kurang sukses karena ada ibu-ibu berpantat aduhai yang DUDUK di depan saya tepat ketika shalat mau dimulai, sehingga saya ngga bisa sujud.
%$##@!&^!!!!!!!

Hhhh (menghela nafas super panjang).

Selamat Idul Fitri semuanya.
Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Thursday, September 25, 2008

letter from Sheffield



hari ke 11 di Sheffield,UK.

update terbaru nih: saya sekarang nyangkut di Sheffield, UK.

heheh, ga penting yah. Setelah menempuh perjalanan sepanjang 16 jam di udara dengan komposisi 1 jam menuju Singapura dan 15 jam menuju Manchester (glek--yang ini bener-bener bikin pantat rata dan mati gaya--) akhirnya saya sampai di negeri Prince William ini.

Sheffield terletak di tengah-tengah UK, lebih ke utara London. Kota ini adalah kota keempat terbesar se-Inggris, dengan penduduk sejuta jiwa (kayaknya kalo di Indonesia itu cuma Bintaro doang deh, hihihihihihi).

Pas baru nyampe, wuiiiihhhh...anginnya itu loh. Semriwing sampe ke tulang. Tiap kali pergi pake baju 3 lapis plus syal. Hehehe, tp skarang sih udah mendingan. Udah bisa pake baju dua lapis tanpa syal. Dengan catatan di siang hari dan lagi ngga ujan. Karena ujan disini ngeselin bgt. Tau kan ujan yang dikit2 gerimis tapi bikin sakit? Nah, di sini ujannya kayak gitu, tapi ditambah hembusan angin kencang yang bener2 tega dinginnya. Apalagi dengan kondisi daratan Sheffield yang berbukit-bukit curam. Wuah, kalo lagi jalan trus mendaki bisa oleng,hehe.

Orang-orang Sheffield juga termasuk ramah-ramah. Kata teman seflatku, Clare disini mendingan banget dibanding penduduk London, yang katanya gak pernah senyum and always grumpy. Apalagi yang tua-tua, sangat ramah. Dan disini asyiknya juga cukup menghargai yang muslim dan memakai kerudung. Mungkin karena komunitas penduduk Iran-Arabnya yang cukup besar. Tapi orang Indonesianya sih dikit...hiks. Tapi gak papalah, karena biar dikit sumpah baik2 banget. hehehe

Mungkin yang rada bikin capeknya kalau malam udah tiba. Wuaahhhh...nightlife disini auranya kenceng bgt. Isinya kebanyakan student juga. Bikin geleng-geleng deh. Klalo pagi2 pasti di pinggiran jalan bakal nemu banyak pecahan botol bir dan muntahan, plus berserak pizza ma kentang dan botol cola. Iyuuucckkksss. Kemaren waktu beli pizza di Aslan Kebabs, toko pizza dekat flat jam 11 malem, banyak muda-mudi yang baru turun ke jalan buat ke bar dengan pakaian seksi dan heboh. Saya cuma mikir, orang2 ini sakti bener sih, mampu bertahan di cuaca ini dengan pakaian seminim itu!!!

wakakakak....

Anyway, kemarin saya lagi homesick-homesicknya. Ga bisa tidur semaleman, dan terjaga sampai jam 7 pagi. Inget rumah. Kangen suasana Lebaran yang pasti lagi heboh-hebohnya di rumah. Kangen makanan rumah, kangen kue-kue lebaran. And to make that even worst, saya menghabiskan semalaman melihat-lihat foto teman-teman dan keluarga, sambil mendengarkan lagu-lagu Indonesia. Dari Kahitna dan bahkan sampai the most cheesiest song ever, kayak lagu Peterpan dan sebangsanya. Teruus aja kayak gitu sampai pagi, baru saya bisa tertidur.

Fatema, gadis Bahrain teman satu flat saya sampai bertanya, "Hei, whats up with you Chris? What's happening right here?" katanya sambil menepuk-nepuk kepala saya, ketika kami berkumpul di ruang duduk sehabis makan malam. Saat itu saya terduduk kecapekan habis menyedot debu dan dia baru selesai menyeterika. And I just said, this is just one of the hard time. I just missed home so much that I 've found myself listened to some local band I used to mock of. Jeez.

Yah, ini salah satu harga yang emang harus dibayar untuk meraih cita-cita. Besok saya mulai kuliah. Mulai berjuang. Hope I'll get through this. Insya Allah.

follow me